Sari Air Laut dapat Turunkan Kolesterol dan Cegah Osteoporosis

“Nama itu saya ambil karena memang air yang saya hasilkan ini benar-benar dari air laut. Orang menyebutnya air tuah atau air yang didapat dari penguapan/endapan air laut di dalam pembuatan garam. Di atas endapan garam itulah bahan baku sari air laut ini saya temukan,” kata Guru Besar Bidang Reaktor Kimia Insitut Teknologi Sepuluh November ini saat ditemui di kantornya Sukolilo Surabaya, Kamis (26/1).
Menurut pria Asli Jogja, selama ini air tuah oleh masyarakat tambak pembuat garam hanya dijadikan sebagai bibit untuk membuat garam ulang. Hal ini, dikarenakan konsentrasi garamnya yang cukup tinggi, selain itu sisanya kemudian dibuang ke laut. “Dari penelitian yang saya lakukan ternyata air tuah itu cukup banyak manfaatnya. Bahkan, konsentratnya di Jepang dijual cukup mahal, seharga 9,9 dolar per 200 mililiter,” ungkapnya.
Itu sebabnya, ia pernah menjumpai ada orang-orang yang karena ketidaktahuannya kemudian menjual air tuah itu kepada orang asing dan oleh orang asing itu kemudian diekspor. “Sekarang dari hasil penelitian ini ternyata air tuah itu cukup banyak manfaatnya. Mulai untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah, mengganti kulit-kulit yang rusak, mencegah osteoporosis hingga memperkuat kerja otot jantung,” jelasnya.
Di Jepang, ungkap Judjono, konsentrat air tuah ini disebut air nigari atau bittern yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan tidak hanya untuk kesehatan tapi juga untuk bahan pembuat tofu, yakni tahu Jepang.
Apa saja kandungan mineral yang terdapat dalam sari air laut sehingga sedemikian banyak manfaatnya? Dari penelitian yang dilakukan suami dari Drg Sukartijah ini, ia menemukan mineral-mineral seperti magnesium sulfat (MgS04), Natrium Chlorida (NaCl), Magnesium Chlorida (MgCl2) dan Kasium Chlorida (KCl).
“Mineral-mineral yang paling berguna untuk tubuh adalah magnesium (Mg). Dalam literatur ternyata unsur Mg sangat dibutuhkan oleh tubuh. Dalam sehari tubuh kita butuh antara 360-420 mg. Jumlah itu, ternyata tidak bisa terpenuhi seluruhnya. Kalaupun kita makan buah-buahan dan sayur-sayuran paling banyak hanya terpenuhi antara 250-280 mg per hari. Kekurangan itulah yang bisa ditopang dengan sari air laut,” ujar laki-laki kelahiran Jogjakarta, 1 Januari 1939 ini.
Diungkapkannya, penelitian yang dilakukannya sebenarnya berawal dari keingintahuan Pemprop Jatim tentang berapa produksi garam yang bisa dicapai oleh propinsi ini di sentra-sentra pembuatan garam di Madura yang meliputi, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
“Dari penelitian itu kami memperoleh kesimpulan, bahwa untuk menghasilkan 1 ton garam, maka dibutuhkan 50 meter kubik air laut dan menghasilkan 1,9 meter kubik air tuah,” katanya.
Di tengah-tengah penelitian itulah, kemudian Judjono mengembangkan penelitian lanjutan untuk memanfaatkan air tuah, yang kini ternyata memiliki kasiat yang besar bagi manusia.
Apa langkah selanjutnya yang akan dilakukan Judjodo? Penelitiannya, sejak Agustus tahun lalu sudah diajukan untuk memperoleh paten. Selain itu, melalui kajian ekonomi, pihak PT Pantja Wira Usaha Jatim, telah memberikan lampu hijau untuk diproduksi secara pabrikasi. “Memang yang dilakukan ini masih dalam kapasitas laboratorium, tapi saya yakin bisa diproduksi untuk kepentingan pabrikasi dengan hasil yang lebih besar lagi. Beberapa perusahaan air minum dalam kemasan pun sudah meminta sari air laut ini untuk dijadikan tambahan dalam air minumnya, sehingga menjadi air mineral,” jelasnya.
Ia juga sedang menyiapkan hasil penelitiannya itu untuk dikomersialkan, mengingat begitu banyak manfaat yang bisa diperoleh dari sari air laut itu. “Saya juga sudah meminta bantuan dari seorang dosen di ITS untuk membuatkan merk dan kemasan supaya layak jual,” ungkapnya.
Memang dalam uji coba yang telah dilakukan, tiga tetes sari air laut telah mengubah rasa air minum dalam kemasan berukuran 240 ml, berasa seperti air zam-zam. “Bagaimana pengaruhnya memang masih dalam tahap penelitian berikutnya. Kini kami sedang melanjutkan ke arah pemeriksaan medis atau farmakologis di fakultas farmasi. Tapi kami yakin manfaatnya cukup banyak, karena di luar negeri konsentrat ini sudah diperjual belikan dengan harga cukup mahal,” tambahnya. *(cr8) Sumber:D-infokom Jatim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: