Sehat dengan Sari Air Laut

Pernahkah Anda membayangkan rasa air tuah atau limpasan air
garam laut? Jangankan membayangkan rasanya, mendapati air tuah
sebagai limbah pembuatan garam tentu ingin segera membuangnya.
Sebaliknya, di Jepang dan Eropa, limbah garam yang kaya magnesium
(Mg) ini justru bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan.

      Terapi Sari Air Laut (SAL) mungkin terdengar asing bagi awam.
Nyatanya, terapi ini telah dikembangkan ke berbagai negara di
seluruh belahan dunia. Di Indonesia, dua ilmuwan dari Universitas
Airlangga dan Institut Teknologi Bandung, Prof Bambang Wirjatmadi MD
MS MCN PhD dan Dr Ir Nelson Sembiring MEng memperkenalkan temuannya
pada masyarakat.

  “Limbah air garam justru kaya mineral terutama kandungan
magnesiumnya yang cukup tinggi. Jika limbah itu diekstraksi, sarinya
bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia, terutama untuk kecukupan
gizi magnesium,” ujar Bambang Wirjatmadi yang juga ahli nutrisi.

      Masyarakat Jepang mengenal SAL dengan istilah Nigari atau
nigai, yang artinya pahit. Kristal magnesium yang telah diekstraksi
memang berasa pahit, bukan asin seperti garam. Nigari berupa bubuk
magnesium klorida kerap dipakai untuk koagulan (pengeras) alami
dalam pembuatan tofu (tahu Jepang) serta bahan pendingin alami ikan.

      Menurut Bambang, Asosiasi Air Sehat Dunia (The Water Health
Association, Red) bahkan telah menganjurkan agar di dalam setiap
liter air minum (baca: air putih kemasan) mengandung  sekitar 2,5 –
25 mg magnesium. “Sayangnya, justru air putih kemasan di Indonesia
lebih banyak mengandung kalsium. Idealnya, rasio antara kalsium dan
magnesium 2 : 1, tapi di Indonesia mencapai 4:1, bahkan ada yang
10:1. Kadar kalsiumnya jauh lebih tinggi,” jelasnya.

      Padahal, konsumsi kalsium yang sangat tinggi ini menyebabkan
penyakit batu ginjal dan penyakit jantung koroner (PJK).

  Asupan magnesium pada orang dewasa sehat dianjurkan 400 – 500
mg/hari. Sedangkan pada orang dengan pengobatan tertentu,
diperbolehkan hingga dosis 1000 mg. Sayangnya, masyarakat luas hanya
mampu mengonsumsi magnesium hingga 200 mg/hari, yang bersumber dari
sayur dan buah.
      “Sari air laut yang kaya magnesium ini bermanfaat mencegah
batu ginjal dan PJK, menekan hipertensi, migrain, diabetes,
memperkuat tulang, mencegah osteoporosis, kencing manis, gangguan
hati, sembelit, kram otot, depresi, insomnia, mencegah pengendapan
lemak maupun pengerasan pembuluh darah dan stroke, serta obat
kumur,” bebernya.

      Sementara manfaat untuk kecantikan antara lain digunakan
secara langsung sebagai campuran air spa dan lotion pelembab kulit
atau lotion pembersih wajah. SAL mampu mengangkat kulit mati yang
tidak dapat dilakukan sabun biasa.

      Produk SAL pertama kali di Indonesia diperkenalkan dengan
merek Nigarin. Produk ini telah memenuhi paten pembuatan, nomor
merek dagang, dan surat izin Depkes melalui uji tes akut dan tes sub
klinis oleh Fakultas Farmasi Unair Surabaya. SAL bersumber dari
mineral magnesium alami yang diambil dari air laut pantai Timur
pulau Madura yang bersih.

      Cara penggunaannya, teteskan langsung dalam air minum atau
makanan yang hendak dikonsumsi. Misalnya, dalam semangkuk sup
sebanyak 10 tetes, menggoreng ayam sebanyak 20 tetes, dan memasak
kare sapi sebanyak 30 tetes. Jika hendak dipakai obat kumur, setetes
SAL dalam 50 ml air putih sangat membantu.

Dikenalkan Bangsa Yunani

      Jun Takagi lewat tulisannya yang berjudul The Big Deep : Guide
to Deep-Sea Water Spas menyebutkan sejumlah apartemen di Jepang
serta rumah-rumah spa di Jepang telah memanfaatkan temuan SAL ini.
Shu Uemura tercatat sebagai pemilik spa magnesium pertama di Jepang.
Air kolam renang di sejumlah apartemen di Jepang juga telah
menerapkan pemakaian SAL magnesium ini.

      Uemura terinspirasi membangun spa SAL setelah ia mengunjungi
Natural Energy Laboratory of Hawaii Authority (NELHA) di Kepulauan
Hawaii. SAL di kepulaian Hawaii ini diolah untuk air minum. Uemura
kali pertama menguji coba SAL sebagai bahan kosmetik, selanjutnya
dikembangkan menjadi pusat terapi kecantikan, yakni rumah spa di
Pulau Shikoku Jepang.  

      Terapi sari air laut ini sejatinya juga dikenal dengan istilah
thalassotherapy (Thalassos dalam Bahasa Yunani berarti laut).
Thalassotherapy ini telah dimulai pada abad 19 di daratan Inggris
dan Prancis. Elemen penting yang dipakai dalam terapi ini berupa
mineral magnesium, potasium, kalsium sulfat, dan sodium yang
dicampur dalam lumpur atau ganggang pasta dalam spa.

      Bambang mengatakan, kasus yang sering terjadi di Indonesia
justru defisiensi magnesium. Defisiensi magnesium menyebabkan
keterlambatan gerak reflek dan kelemahan kontraksi otot. Ini juga
terjadi pada orang yang keracunan magnesium, yakni depresi saraf
pusat. “Kelebihan magnesium justru sangat jarang. Kalau kelebihan
biasanya orang tersebut akan mengalami diare,” tukasnya.  Sumber:nabble.com

2 Responses to “Sehat dengan Sari Air Laut”

  1. Sehat dengan Sari Air Laut « Airku..PintuRahmat Mu Says:

    […] dengan Sari Air Laut Pernahkah Anda membayangkan rasa air tuah atau limpasan air garam laut? Jangankan membayangkan […]

  2. Reta Says:

    Kira2 dimana saya bisa membeli nigarin? saya tertarik untuk menggunakannya dalam membuat tahu, tapi setelah membaca artikel ini, saya tidak sangka ternyata nigarin memiliki banyak manfaat bagi kesehatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: